Arungi Cita merupakan sebuah program sosial di bidang pendidikan yang bertujuan memberikan gambaran dan pendampingan kepada siswa SMA dalam menentukan pilihan masa depan mereka setelah lulus sekolah. Program ini dirancang untuk membantu siswa memahami berbagai jalur kehidupan yang dapat ditempuh, sehingga mereka mampu mengambil keputusan secara sadar dan terencana.

Arungi Cita mengusung tiga konsep utama, yaitu pilihan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, langsung bekerja, atau menikah setelah lulus SMA. Dalam jalur pendidikan, siswa tidak hanya diajak untuk berpikir tentang melanjutkan kuliah, tetapi juga dibimbing dalam memilih jurusan yang sesuai dengan minat, potensi, serta peluang kerja di masa depan.

Untuk mendukung pemilihan jurusan, program ini menghadirkan para profesional dari berbagai bidang yang telah berpengalaman di dunia kerja. Mereka memberikan gambaran nyata mengenai jurusan-jurusan yang mungkin belum banyak diketahui siswa. Hal ini penting karena selama ini informasi jurusan sering kali terbatas pada pengalaman keluarga, teman, atau lingkungan sekitar, yang umumnya didominasi oleh jurusan pendidikan dan kesehatan. Padahal, kenyataannya kedua bidang tersebut saat ini mengalami kelebihan tenaga kerja dan tidak selalu menjamin kemudahan memperoleh pekerjaan.

Selain itu, Arungi Cita juga menghadirkan profesional lulusan sekolah kedinasan guna membuka wawasan siswa bahwa kuliah tidak selalu membutuhkan biaya besar. Sekolah kedinasan dapat menjadi alternatif karena menawarkan beasiswa serta peluang kerja langsung setelah lulus. Program ini turut menggandeng orang asing yang merupakan pemelajar bahasa Indonesia dari lembaga kursus yang bekerja sama dengan Arungi Cita, untuk memberikan perspektif global mengenai pilihan jurusan kuliah dan peluang kerja di luar negeri.

Pada jalur kerja, siswa diberikan pemahaman mengenai peluang dan risiko apabila memutuskan untuk langsung bekerja setelah lulus SMA. Informasi ini diharapkan dapat membantu siswa menimbang kesiapan diri, keterampilan yang dibutuhkan, serta tantangan yang mungkin dihadapi di dunia kerja.

Sementara itu, bagi siswa yang mempertimbangkan untuk menikah setelah lulus sekolah, Arungi Cita menghadirkan duta GenRe (Generasi Berencana) dari BKKBN yang merupakan teman sebaya mereka. Pendekatan ini dilakukan agar informasi mengenai risiko dan kesiapan menikah dapat disampaikan secara lebih relevan, dekat, dan mudah dipahami oleh siswa.

Kegiatan Arungi Cita diikuti oleh siswa kelas XII SMAN 2 Pangkep dan menjadi pilot project yang diharapkan dapat dikembangkan ke sekolah-sekolah lain di berbagai daerah. Berdasarkan hasil evaluasi awal, kegiatan ini mendapatkan respons yang sangat positif dari pihak sekolah, baik guru maupun siswa. Mereka menilai program ini sangat bermanfaat karena memberikan gambaran yang jelas dan komprehensif mengenai pilihan serta konsekuensi keputusan masa depan setelah lulus SMA.